kembali menulis

Menulis merupakan bentuk nyata dari pikiran yang bisa dibaca oleh siapa saja yang ingin membaca. Namun tidak semua makna yang ingin disampaikan penulis sesuai dengan makna yang dipahami pembaca. Penulis yang baik akan memerhatikan segi kebahasaan dan daya tarik tulisan yang tidak saja berguna untuk menyampaikan makna tulisan dengan baik tetapi juga menimbulkan daya tarik bagi pembaca untuk membacanya. Penulis sebaiknya mengetahui arah dari tulisannya, dan yakin bahwa pembaca terbawa ke arah yang sama.

Firrate Bead, Si kecil Dengan Sejuta Kejutan

Setelah sekian lama pencarian saya tentang si ” tonjolan silinder” pada kabel kanel laptop, akhirnya ditemukan juga ternyata si “tonjolan silinder” itu bernama “Firrate Bead”.

Penasaran ga sieh sama si “Firrate Bead” ini? Ternyata firrate bead merupakan komponen elektonik yang digunakan untuk menekan frekuensi tinggi kebisingan yang dihasilkan oleh sirkuit elektronik. Ferrite bead digunakan sebagai passive low pass filter. Geometri dan sifat elektromagnetik dari kawat melingkar  manik ferrite bead ini resistif tinggi  terhadap impedansi ( tahan ) untuk frekuensi sinyal tinggi, serta menghaluskan frekuensi tinggi EMI / RFI . Energitercermin kembali ke kabel, atau diserap  dan hilang sebagai panas rendah. Hanya dalam kasus-kasus ekstrim akan panas akan terasa. demikianlah sekelumit informasi tentang firrate bead. semoga dapat bermanfaat. keep spirit and keep smile :-)

Firrate Bead
Firrate Bead

Upaya Pencegahan Penyebaran Infeksi Jamur Geomyces destructans terhadap kelelawar Pemakan Serangga

Jamur Geomyces destructans merupakan jamur yang baru diidentifikasi dan dikaitkan sebagai penyebab kematian ribuan kelelawar pemakan serangga di Amerika serikat. Kelelawar, pada dasarnya adalah makhluk hidup yang cenderung tidak disukai oleh manusia atau bahkan ditakuti oleh manusia. Tetapi terlepas dari hal itu, sebenarnya banyak manfaat yang diberikan oleh kelelawar terhadap manusia, baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa jenis dari kelelawar bahkan mampu memakan seranngga dengan jumlah yang sama dengan berat badannya.

Sindrom Hidung Putih atau lebih dikenal dengan White-Nose Syndrome (WNS) merupakan sindrom yang sangat mematikan dan disebutkan dapat membunuh 81-97% kelelawar yang sedang berhibernasi. Hal ini disebabkan oleh jamur Geomyces destructans yang dapat tumbuh subur di tempat gelap dan lembap dalam gua, bahkan tumbuh pula di hidung, sayap, dan telinga kelelawar. Jamur ini ini pertama kali ditemukan pada musim semi tahun 2007 di gua Albani, New York. Infeksi menyebabkan kelelawar gelisah sepanjang musim dingin. Akibatnya, mereka justru bergerak di saat satwa-satwa ini seharusnya berhibernasi dan memanfaatkan cadangan lemak yang tersimpan.

Jamur Geomyces destructan menyebar dengan mudah pada saat kelelawar sedang berhibernasi karena kelelawar bertengger bersama dalam satu tempat di dalam gua. Hal ini tentu saja mempermudah pola persebaran jamur pada saat kelelawar berhibernasi. Karakteristik utama jamur Geomyces destructan ialah berkonidia, tumbuh lambat pada media buatan, sreta mampu beradaptasi terhadap suhu dengan cara tidak tumbuh pada suhu 24°C atau lebih.

Masalah utama yang dihadapi kelelawar bagi kelangsungan populasinya adalah betina hanya melahirkan satu anak setiap tahun sehingga akan terancam punah dalam beberapa waktu kedepan. Selain itu, yang dihadapi manusia, jika jumlah populasi kelelawar liar anjlok, maka spesies lain akan meraih keuntungan.. Jika populasi kelelawar menyusut dan nyamuk membludak, masalah akan timbul bagi manusia. Bahkan mungkin akan lebih banyak lagi dampak negatif dari hilangnya suatu spesies terhadap keseimbangan ekologi.
Kini para pengamat lingkungan hidup sedang berusaha mengidentifikasi dan memahami lebih lanjut seputar jamur tersebut dan menguji coba sejumlah cara untuk melindungi hewan-kelelawar liar yang masih sehat.

Daftar Pustaka
[tom volk].2004.suillus americanus.(terhubung berkala).website.